Selasa, 09 Juni 2020

PERCAYA DIRI ATAU SOMBONG?

PERCAYA DIRI ATAU SOMBONG?
Oleh: Dian Fitriaswaty.,MPsi.,Psikolog.,CHt.,CHA.,C.NNLP




Kau.. Merasa Percaya Diri atau Sombong?

Hati-hati.. Ketika kau merasa Percaya Diri, namun sebetulnya Sombong.

Hati-hati.. Ketika kau mengira orang lain Sombong, padahal kau yg sebetulnya tak Percaya Diri.

Kuberitahu definisi Percaya Diri dan Sombong dari kacamata pribadi pun tentu juga berdasarkan teori.

Percaya diri adalah ketika kau merasa nyaman dengan dirimu sendiri

Percaya diri adalah ketika kau mengerti apa kelebihan kekuranganmu sehingga kau paham kemana dan kapan harus melangkah dan berhenti

Percaya diri adalah ketika kelebihan yg kau miliki membuatmu berani ambil kesempatan dan menyukai tantangan sebagai proses meraih mimpi

Percaya diri adalah ketika kekurangan yang kau miliki membuatmu tak pernah merasa lebih tinggi, terus belajar tuk benahi diri tanpa henti

Percaya diri adalah ketika kau melihat kesuksesan orang lain tidak membuatmu rendah diri apalagi iri dan dengki karena kau yakin kau juga punya potensi

Percaya Diri adalah ketika kau menyadari semua orang punya kesempatan sama tuk meraih mimpi karena tiap kita dilahirkan berbakat di bidangnya sendiri-sendiri

Percaya diri adalah ketika kau merasa semua orang setara, dan suksesmu tidak menjadikanmu lebih hebat dari mereka.

Percaya diri adalah ketika kau berani membela kebenaran yang kau yakini, bertindak tegas untuk melindungi dan mengayomi

Bagaimana dengan Sombong?

Sombong adalah ketika kau tidak nyaman dengan dirimu sendiri

Sombong adalah ketika kau mengetahui dg pasti apa kelebihanmu namun tidak memahami kekuranganmu sendiri. Maka kau tidak mengerti kapan dan kemana harus melangkah dan berhenti

Sombong adalah ketika kelebihan yang kau miliki menjadikanmu merendahkan orang lain karena merasa lebih tinggi

Sombong adalah ketika kekurangan yang kau miliki tidak jua kau sadari, bahkan kau berusaha menutupi agar tidak ada orang yang mengetahui

Sombong adalah ketika kau gelisah saat melihat kesuksesan orang lain, tidak mengakui bahkan menjadi iri dan dengki

Sombong adalah ketika kau menyadari bahwa kesuksesanmu adalah hasil karya dan jerih payahmu sendiri, karenanya kau tak bakal tahan disalahpahami

Sombong adalah ketika kau merasa bahwa kesuksesan adalah ketika banyak orang memuja dan menilaimu karena harta dan rupa meski itu tak membuatmu bahagia selamanya

Sombong adalah ketika penentang dan pengkritik kau benci padahal untuk kebaikanmu karena mereka peduli

Sombong... Adalah ketika kau hanya peduli pada bahagiamu sendiri..

Sombong... Adalah ketika kau kehilangan empati dan toleransi

Sombong... Adalah bukan Percaya Diri
Percaya Diri... Adalah bukan Sombong

Kawan.. Begitulah bedanya Percaya Diri dan Sombong dari kacamata pribadi pun tentu juga berdasarkan teori

Jangan Sombong, jadilah Percaya Diri sejati agar kau berharga, bahagia dan dicintai

Masing-masing kita punya bakat dan potensi..

Allah menciptakan kita dengan perannya sendiri-sendiri...

Tugas kita untuk mencari jati diri tidaklah pernah terlambat ditemui

Apa peranmu, apa keahlianmu, dan apa keberfungsianmu saat ini...

Temukan, dan bergeraklah dengan bakat dan potensi agar kau menjadi manusia paling bermanfaat di bumi..

Allah menciptakan manusia dengan kelebihannya sendiri-sendiri agar semua kita mampu saling mengisi dan mensyukuri

Allah menciptakan manusia dengan kekurangannya sendiri-sendiri agar semua kita mampu saling empati dan tidak berbangga diri

Allah menciptakan manusia dengan kelebihan dan kekurangan sendiri-sendiri agar semua kita mampu saling mengingati untuk menjadi manusia sejati, yang tidak boleh Sombong sehingga mengingkari  Ilahi

Allah menciptakan manusia dengan kelebihan dan kekurangan sendiri-sendiri agar semua kita mampu saling mengingati untuk menjadi manusia sejati, yang harus Percaya Diri sehingga paling mencintai Allahu Rabbi.

Percaya Dirilah... Tanpa harus tinggi hati ataupun rendah diri

Percaya Dirilah.. Dengan tetap berhati dan mensyukuri serta taat Ilahi

Percaya Dirilah.. Ingatlah bahwa semua kita diciptakan untuk menjadi Khalifah di Bumi

Percaya Dirilah.. Karena sudah seharusnya kau terlahir Percaya Diri!

Temukan dirimu.. Temukan bakat dan potensimu.. Temukan keberfungsianmu..

Temukan bahwa kau mampu menjadi manusia paling bermanfaat di Bumi.

#menulisadalahmenginspirasi
#menulisadalahmenerapi
#menulisadalahobathati

Selasa, 02 Juni 2020

MENJADI DEWASA

MENJADI DEWASA
Oleh: Dian Fitriaswaty.,MPsi.,Psikolog.,CHt.,CHA.,C.NNLP




Menjadi dewasa itu bukan perkara kau usia berapa

Menjadi dewasa itu ada di dalam caramu berfikir, berbicara dan merasa

Menjadi dewasa itu ketika kamu mampu mengontrol isi kepala

Menjadi dewasa itu ketika bicaramu manfaat, benar dan sederhana

Menjadi dewasa itu ketika kamu mampu berada di posisi lawan bicara, merasa apa yang dia rasa, menjaga hatinya dari terluka

Menjadi dewasa itu tidak lagi mengutamakan penilaian dunia, fokus pada mimpimu, Itu saja

Menjadi dewasa itu bukan lagi menuntut segalanya berpihak padamu. Lakukan, nikmati proses kesuksesan

Menjadi dewasa itu tentang mengendalikan hati  agar tidak didominasi oleh kemauan dan nafsu semata

Menjadi dewasa itu adalah ketenangan konsisten di tengah pahit manis kehidupan

Menjadi dewasa itu ketika kau mampu menemukan alasan masuk akal kenapa harus selalu bangkit dari keterpurukan

Menjadi dewasa itu ketika kau tak gelisah melihat kesuksesan orang lain bahkan mendoakannya

Menjadi dewasa itu ketika kau mampu dengan besar hati memaafkan segala luka untuk selamanya

Menjadi dewasa itu adalah memilih untuk diam dan mengamati dalam diskusi penuh marah yang parah

Menjadi dewasa itu ketika kau tak butuh menjelaskan segala hal pada orang yang mudah membenci dan prasangka

Menjadi dewasa itu ketika lisanmu terjaga dari berbangga diri dan biarkan suksesmu yang bicara

Menjadi dewasa itu adalah merindukan tantangan dan ujian karena kau tau itulah yang membuatmu tumbuh bijaksana

Menjadi dewasa itu menanti pembelajaran dari siapa saja, tidak selalu yang kau anggap luar biasa

Menjadi dewasa itu adalah anugerah, yang membuatmu tidak harus butuh semua orang memuja, kau sudah bangga dengan sendirinya

Menjadi dewasa itu adalah ketika kau mampu memilih cinta yang akan membawamu menjadi manusia yang lebih baik dari sebelumnya dan menuju surga

Menjadi dewasa, tidak susah...

Kau hanya butuh melepas ego dan berteman dengan masa lalu yang penuh luka

Menjadi dewasa marilah...

Agar kau berharga, dicinta dan bahagia

Dewasa adalah perkara caramu memaknai tiap episode hidupmu semua...

Sedih, senang semuanya adalah pembelajaran berharga..

Kritik dan teguran, anggaplah biasa..

Apalagi bila dilakukan sebagai tanda cinta...

Dewasalah, apalagi jika usiamu sudah Dewasa

#menulisadalahmenginspirasi
#menulisadalahmenerapi
#menulisadalahobathati

Selasa, 26 Mei 2020

JANGAN PUTUS ASA

JANGAN PUTUS ASA
Oleh: Dian Fitriaswaty.,MPsi., Psikolog



.
.
Bismillahirrahmannirrahim..
.
Assalammualaikum warrahmatullahi wabarakatuh... 💕
.
.
Pagi ini saya dikejutkan dengan chat WA salah satu klien saya,  yang sudah 2 tahun ini dinyatakan sembuh dari masalah psikologisnya. Dia sudah menemukan alasan untuk bahagia dan alhamdulillah memutuskan berhijrah,  berhijab dan memilih untuk belajar mendekat padaNya.. 💕
.
Namun,  isi chat WA nya pagi ini adalah yang terburuk yang pernah dia kirimkan untuk saya.
.
Paling buruk karena selama berproses bersama saya dulu dengan gejala Depresi parah dimana dia mengalami psikosmatis berupa sesak nafas
dengan ditambah perilaku self harming (melukai diri sendiri)  hampir tiap hari,  tidak pernah dia sepesimis ini.
.
Dia selalu ingin sembuh,  dan semangat untuk berproses bersama saya.
.
Dan di 2 tahun ini,  saya adalah psikolog yang bangga karena dia sudah berhasil melalui dan mengatasi depresinya..
.
Foto2 bahagianya yg semakin cantik karena hijab membalut tubuhnya,  dengan sederet aktifitasnya sebagai muslimah muda di usia awal 20-an yg sibuk kuliah dan berteman dengan sebanyak banyaknya orang..
.
Namun,  sekarang dia sedang penuh keputus asaan. Seperti yang saya sematkan di postingan ini,  capture dari isi chat WA dia kepada saya berikut balasan saya..
.
Hingga tulisan ini saya ketik,  belum ada balasan darinya dan itu membuat saya sangat khawatir. Maka saya hanya bisa berdoa dan mohon doa dari kalian semua yang membaca tulisan ini,  agar klien saya tersebut masih baik-baik saja..
.
Ini bukan pertama kalinya saya menghadapi klien dengan percobaan bunuh diri,  ada puluhan klien yg saya tangani datang ke saya mayoritas sudah dengan memiliki keinginan untuk bunuh diri.
.
Dan alhamdulillah bisa tertangani dengan baik pada akhirnya...
.
.
Bunuh Diri adalah dampak dari perasaan PUTUS ASA dimana manusia memilih menyerah karena kegagalan pendampingan dari orang2 terdekat untuk membantunya tetap optimis melalui gelap, pahit dan perih nya peristiwa hidup yang dialami.
.
PUTUS ASA adalah dampak dari keterbatasan manusia dalam memahami mekanisme hidup,  dimana rata2 manusia bergerak,  berletih letih,  bersusah payah menjalani hidup adalah untuk meraih BAHAGIA.
.
dan PUTUS ASA terjadi ketika manusia merasa sudah tidak ada lagi jalan yang bisa ditempuh untuk mencapai BAHAGIA.
.
dengan keterbatasan ilmunya,  manusia pun mudah BERPUTUS ASA.
.
Padahal Allah SWT berfirman:

يٰبَنِيَّ اذْهَبُوْا فَتَحَسَّسُوْا مِنْ يُّوْسُفَ وَاَ خِيْهِ وَلَا تَاۡيْـئَسُوْا مِنْ رَّوْحِ اللّٰهِ ۗ اِنَّهٗ لَا يَاۡيْـئَسُ مِنْ رَّوْحِ اللّٰهِ اِلَّا الْقَوْمُ الْكٰفِرُوْنَ
".............dan jangan kamu berputus asa dari rahmat Allah. Sesungguhnya yang berputus asa dari rahmat Allah, hanyalah orang-orang yang kafir."
(QS. Yusuf 12: Ayat 87)
.
.
Kawan,  menjadi BAHAGIA itu ada ilmunya.
.
Bisa dipelajari,  dipraktekkan dan lalu dibuktikan selamanya.
.
Belajar menjadi BAHAGIA itu tidak butuh biaya mahal hingga harus membayar jutaan rupiah mengikuti training sehari-dua harian penuh yang mendingan dipakai untuk memaksimalkan ibadah dan amal shalih.
.
Karena sang pemilik segala ilmu untuk BAHAGIA saja memberikan petunjuk dengan GRATIS tis tis sejak manusia pertama kali diciptakan.
.
Allah swt, Tuhannya seuruh manusia,  menurunkan kitab untuk dibaca,  dipelajari,  dipahami tentang petunjuk bagaimana meraih BAHAGIA yang ter-canggih,  ter-tepat,  dan ter-akurat sepanjang masa.
.
Lengkap dengan mengutus juru Training paling berkualitas yang pernah ada di Bumi..  Para RasulNya.
.
Di setiap zaman,  Allah utus para "coach" yang merupakan manusia pilihan yang mengajarkan mekanisme hidup untuk meraih BAHAGIA disesuaikan dengan kebutuhan dan karakteristik di zamannya.
.
Dan untuk kita para umat akhir zaman dipilihkan GURU/PELATIH/COACH yang merupakan manusia terbaik,  yang adalah manusia paling mulia, yaitu  Nabi besar Muhammad saw. Salam dan shalawat untuk beliau, keluarganya dan para sahabat2nya.
.
Dalam Al Quran,  begitu banyak ayat2 yang memberi PETUNJUK bagaimana cara untuk bahagia..  Saya hanya mengutip sebagian kecil dari banyaknya ayat yg mengajarkan tentang ini,  sbb:

1. Allah SWT berfirman:

قُلْنَا اهْبِطُوْا مِنْهَا جَمِيْعًا ۚ فَاِ مَّا يَأْتِيَنَّكُمْ مِّنِّيْ هُدًى فَمَنْ تَبِـعَ هُدَايَ فَلَا خَوْفٌ عَلَيْهِمْ وَلَا هُمْ يَحْزَنُوْنَ
"..........maka barang siapa mengikuti petunjuk-Ku, tidak ada rasa takut pada mereka dan mereka tidak bersedih hati."

(QS. Al-Baqarah 2: Ayat 38)
.

Kata Allah,  orang yg BAHAGIA (bebas dari rasa takut dan sedih)  adalah yg mengikuti petunjuk Allah yg tertuang di Al Quran dan Al Hadist. Yang mengikuti petunjuk adalah yang taat,  patuh,  tunduk sama aturannya Allah swt. Untuk bisa taat,  patuh,  tunduk harus YAKIN bahwa ALLAH swt adalah PEMBUAT HUKUM TERBAIK, pembuat sistem terbaik,  pembuat aturan terbaik. Allah adalah Al Malik,  Raja dari segala Raja,  Hakim dari segala Hakim,  Waliy (pelindung dari segala pelindung)  yang HUKUM Nya adalah Mutlak dan sudah berlaku tanpa persetujuan siapapun.
.
Maka kitapun hidup dengan berpedoman pada RULESnya Allah swt.
.
Pikirkan,  jika kita salah menjalani aturan hidup.... Mau caranya benar sekalipun akan sulit meraih tujuan BAHAGIA.
.
Mengapa?
.
Karena jalan yg ditempuh salah. Pedoman yg dipakai cacat. Aturan yg diikuti menyesatkan.
.
Sebab,  Allah adalah Al Qudus....  Yang Maha Suci dari segala yang kurang,  yang buruk,  yang salah,  yang lemah..  Cuma Allah satu2nya yang Zero Mistakes. Kesempurnaan cuma milik Allah azza wa jalla..
.
2. Allah SWT berfirman:

بَلٰى مَنْ اَسْلَمَ وَجْهَهٗ لِلّٰهِ وَهُوَ مُحْسِنٌ فَلَهٗۤ اَجْرُهٗ عِنْدَ رَبِّهٖ ۖ وَلَا خَوْفٌ عَلَيْهِمْ وَلَا هُمْ يَحْزَنُوْنَ
"Tidak! Barang siapa menyerahkan diri sepenuhnya kepada Allah dan dia berbuat baik, dia mendapat pahala di sisi Tuhannya dan tidak ada rasa takut pada mereka dan mereka tidak bersedih hati."
(QS. Al-Baqarah 2: Ayat 112)
.
Kata Allah,  orang yang BAHAGIA (bebas dari rasa takut dan sedih)  adalah yang berTawakkal kepada Allah seraya memelihara diri untuk berbuat baik,  berakhlak baik,  berkepribadian baik meski orang lain dan peristiwa buruk datang menghampiri.
.
Tawakkal adalah Tauhid tertinggi,  dimana makna Tawakkal adalah meyakini dengan seyakin yakinnya bahwa Allah lah pembuat keputusan terbaik atas hidup manusia.  Meski manusia melihatnya buruk,  sejatinya tidak ada yang buruk di sisi Allah. Keterbatasan manusia saja yang menjadikannya tidak berhasil memahami sisi baik yg ada di semua peristiwa hidup.
.
Allah adalah penyebab segala sesuatunya ADA.  baik yg terlihat oleh mata ataupun tidak. Allah pencipta segalanya,  baik makhluk2 yg bernyawa dan alam semesta maupun peristiwa2.
.
3. Allah SWT berfirman:

اِنَّ الَّذِيْنَ قَا لُوْا رَبُّنَا اللّٰهُ ثُمَّ اسْتَقَا مُوْا تَتَنَزَّلُ عَلَيْهِمُ الْمَلٰٓئِكَةُ اَ لَّا تَخَا فُوْا وَلَا تَحْزَنُوْا وَاَ بْشِرُوْا بِا لْجَـنَّةِ الَّتِيْ كُنْتُمْ تُوْعَدُوْنَ
"Sesungguhnya orang-orang yang berkata, Tuhan kami adalah Allah kemudian mereka meneguhkan pendirian mereka maka malaikat-malaikat akan turun kepada mereka (dengan berkata), Janganlah kamu merasa takut dan janganlah kamu bersedih hati; dan bergembiralah kamu dengan (memperoleh) surga yang telah dijanjikan kepadamu."
(QS. Fussilat 41: Ayat 30)
.
Kata Allah,  orang yang BAHAGIA (bebas dari rasa takut dan sedih)  adalah yang TEGUH PENDIRIANnya,  meyakini dengan kuat bahwa ALLAH swt adalah satu2nya Tuhan dengan kapasitasnya sebagai "Rabb" (karena di ayat Ini digunakan kata Robbunallah untuk menyebut Allah), yaitu:
1. Pencipta ➡ Al Kholiq
2. Penjamin Rezeki ➡ Al Rozaq
3. Pengatur ➡ Al Mutadabbir
.
Dimana jika kita meyakini dengan keyakinan terbaik bahwa Allah adalah Pencipta,  Penjamin Rezeki dan Pengatur terbaik maka Allah jamin tidak ada rasa takut dan sedih karena Allah menurunkan malaikat2nya untuk menghibur manusia dikala tidak ada lagi manusia yang bisa membuat kita terhibur dan semangat kembali.
.
.
Maka.. Sejatinya BAHAGIA itu adalah ketika kita memiliki IMAN dan TAQWA yang makin hari makin meningkat kualitasnya karena kesadaran akan pentingnya MEMBUTUHKAN PERTOLONGAN ALLAH dan MENJADIKAN ALLAH SANDARAN TERBAIK untuk meraih BAHAGIA.
.
karena BAHAGIA itu hasil keputusanmu sendiri yang memilih bertahan untuk selalu berada di jalan terbaik,  jalannya Allah.. Yang mengikuti petunjuk Allah,  berTawakkal pada Allah dan menjaga Iman-Taqwa kepada Allah swt.
.
.
BAHAGIA itu sederhana,  dan siapapun bisa meraihnya.
.
Jalan BAHAGIA itu mudah...  Karena kau hanya butuh mendekat padaNya..
.
Allah swt,  Tuhan nya seluruh manusia yang MAHA BAIK DAN MAHA PENUH CINTA.
.
kalau kau berjalan satu langkah menujuNya,  DIA akan berjalan seribu langkah menujumu..
.
kalau kau berjalan mendekatiNya,  DIA akan berlari mendekatimu...
.
.
Sudahlah... Hapus air mata sedihmu,  ganti dengan air mata syukur bahagia..
.
Karena Surga sudah dirasakan sejak di dunia bagi manusia yang beriman dan berTaqwa padaNya...
.
.
Betapa beruntungnya manusia!
Allah SWT berfirman:

يٰۤاَ يُّهَا الَّذِيْنَ اٰمَنُوا اتَّقُوا اللّٰهَ وَا بْتَغُوْۤا اِلَيْهِ الْوَسِيْلَةَ وَجَاهِدُوْا فِيْ سَبِيْلِهٖ لَعَلَّـكُمْ تُفْلِحُوْنَ
"Wahai orang-orang yang beriman! Bertakwalah kepada Allah dan carilah wasilah (jalan) untuk mendekatkan diri kepada-Nya, dan berjihadlah (berjuanglah) di jalan-Nya, agar kamu beruntung."
(QS. Al-Ma'idah 5: Ayat 35)
.

SEKIAN
.
.

Selasa, 19 Mei 2020

STRESS

STRESS
By Dian Fitriaswaty., MPsi., Psikolog




Definisi Stress
Stres merupakan suatu kondisi yang disebabkan adanya ketidaksesuaian  antara situasi yang diinginkan dengan keadaan biologis, psikologis atau sistem sosial individu tersebut (Sarafino 2006). Agolla dan Ongori (2009) juga mendifinisikan stres sebagai persepsi dari kesenjangan antara tuntutan lingkungan dan kemampuan individu untuk memenuhinya.
Namun, berhadapan dengan suatu stressor (sumber stres) tidak selalu mengakibatkan gangguan secara psikologis maupun fisiologis. Terganggu atau tidaknya individu, tergantung pada persepsinya terhadap peristiwa yang dialaminya. Faktor kunci dari stres adalah persepsi seseorang dan penilaian terhadap situasi dan kemampuannya untuk menghadapi atau mengambil manfaat dari situasi yang dihadapi (Diana, 1991).

Jenis jenis Stress
1. Stres baik (Eustress)
Stres tidak hanya dipicu sepenuhnya oleh pengalaman negatif. Bahkan, pengalaman positif juga dapat membawa stres, seperti upacara kelulusan atau pernikahan. Namun, tipe stres seperti ini dalam dosis kecil sebenarnya baik untuk sistem imun kita. Selain itu, tipe stres ini juga dapat membuat banyak orang lebih mudah untuk menciptakan tujuan dan menikmati proses mencapainya dengan penuh energi.
2. Stress Buruk (Distres)
a. Distres internal
Ini adalah tipe stres yang buruk. Distres merupakan tipe stres negatif hasil dari pengalaman buruk, ancaman, atau perubahan situasi yang tidak terduga dan tidak nyaman. Pada dasarnya, tubuh kita menginginkan rasa aman sehingga apabila rasa tersebut terusik, tubuh pun mengalami distres.
b. Distres akut
Distres akut terjadi ketika seseorang mengalami distres yang dipicu oleh peristiwa buruk yang berlalu dengan cepat. Sementara stres kronik terjadi ketika seseorang harus menahan stres dalam waktu yang lama. Kedua tipe stres ini akan memicu timbulnya hiperstres --> Depresi
3. Hipostres (Zero Stress)
Ternyata hari-hari tanpa kekhawatiran dan tantangan juga dapat memicu tipe stres lainnya, yaitu hipostres. Hipostres merupakan “ketidakadaan” stres, tetapi bisa juga diartikan kebosanan yang ekstrem. Seseorang yang mengalami hipostres merasai tidak tertantang, tidak memiliki motivasi untuk melakukan apa pun. Hipostres dapat memicu perasaan depresi dan kesia-siaan.

Dampak Stress
Stress yg berkepanjangan akan menjadi bibit Depresi, gejalanya adalah sbb:
3. Gejala Depresi
Gejala-gejala depresi ini bisa kita lihat dari tiga segi, yaitu gejala dilihat dari segi fisik, psikis dan sosial. Secara 
Gejala Fisik
  • Gangguan pola tidur (sulit tidur, terlalu banyak atau terlalu sedikit)
  • Menurunnya tingkat aktivitas. Pada umumnya, orang yang mengalami depresi menunjukkan perilaku yang pasif, menyukai kegiatan yang tidak melibatkan orang lain seperti nonton TV, makan, tidur.
  • Menurunnya effisiensi kerja. Penyebabnya jelas, orang yang terkena depresi akan sulit memfokuskan perhatian atau pikiran pada suatu hal, atau pekerjaan. Sehingga, mereka juga akan sulit memfokuskan energi pada hal-hal prioritas. Kebanyakan yang dilakukan justru hal-hal yang tidak efisien dan tidak berguna, seperti misalnya ngemil, melamun, merokok terus menerus, sering menelpon yang tak perlu. Yang jelas, orang yang terkena depresi akan terlihat dari metode kerjanya yang menjadi kurang terstruktur, sistematika kerjanya jadi kacau atau kerjanya jadi lamban.
  • Menurunnya produktifitas kerja. Orang yang terkena depresi akan kehilangan sebagian atau seluruh motivasi kerjanya. Sebabnya, ia tidak lagi bisa menikmati dan merasakan kepuasan atas apa yang dilakukannya. Ia sudah kehilangan minat dan motivasi untuk melakukan kegiatannya seperti semula. Oleh karena itu, keharusan untuk tetap beraktivitas membuatnya semakin kehilangan energi karena energi yang ada sudah banyak terpakai untuk mempertahankan diri agar tetap dapat berfungsi seperti biasanya. Mereka mudah sekali lelah, capai padahal belum melakukan aktivitas yang berarti.
  • Mudah merasa letih dan sakit. Jelas saja, depresi itu sendiri adalah perasaan negatif. Jika seseorang menyimpan perasaan negatif maka jelas akan membuat letih karena membebani pikiran dan perasaan. Ia harus memikulnya di mana saja dan kapan saja, suka tidak suka.


Gejala Psikis
  • Kehilangan rasa percaya diri. Penyebabnya, orang yang mengalami depresi cenderung memandang segala sesuatu dari sisi negatif, termasuk menilai diri sendiri. Mereka cenderung senang sekali membandingkan antara dirinya dengan orang lain. Orang lain dinilai lebih sukses, pandai, beruntung, kaya, lebih berpendidikan, lebih berpengalaman, lebih diperhatikan oleh atasan, dan pikiran negatif lainnya. 
  • Sensitif. Orang yang mengalami depresi senang sekali mengkaitkan segala sesuatu dengan dirinya. Perasaannya sensitif sekali, sehingga sering peristiwa yang netral jadi dipandang dari sudut pandang yang berbeda oleh mereka, bahkan disalahartikan. Akibatnya, mereka mudah tersinggung, mudah marah, perasa, curiga akan maksud orang lain (yang sebenarnya tidak ada apa-apa), mudah sedih, murung, dan lebih suka menyendiri. 
  • Merasa diri tidak berguna. Perasaan tidak berguna ini muncul karena mereka merasa menjadi orang yang gagal terutama di bidang atau lingkungan yang seharusnya mereka kuasai. 
  • Perasaan bersalah. Mereka memandang suatu kejadian yang menimpa dirinya sebagai suatu hukuman atau akibat dari kegagalan mereka melaksanakan tanggung jawab yang seharusnya dikerjakan. Banyak pula yang merasa dirinya menjadi beban bagi orang lain dan menyalahkan diri mereka atas situasi tersebut. 
  • Perasaan terbebani. Banyak orang yang menyalahkan orang lain atas kesusahan yang dialaminya. Mereka merasa terbeban berat karena merasa terlalu dibebani tanggung jawab yang berat.
Gejala Sosial
Muncul perasaan minder, malu, cemas jika berada di antara kelompok dan merasa tidak nyaman untuk berkomunikasi secara normal. Mereka merasa tidak mampu untuk bersikap terbuka dan tidak mampu secara aktif menjalin hubungan dengan lingkungan sekalipun ada kesempatan.

Selasa, 12 Mei 2020

CINTA VS SELINGKUH

KONSEP CINTA DALAM KAJIAN ILMIAH DAN ISLAM (CINTA vs SELINGKUH)
Oleh: Dian Fitriaswaty., MPsi., Psikolog., CHA., C.NNLP



Definisi Cinta
Cinta adalah suatu bentuk emosi/perasaan yg di dalamnya terdapat 3 unsur, yaitu: Keintiman (Intimacy), Gairah (passion), dan Komitmen. 

Jenis2 cinta romantic (kategorinya) tergantung dari keberadaan (ada/tdk) ketiga unsur tersebut. Kita ada di level apa niih cinta yg kita rasakan?

1. Cinta persahabatan (suka) : Ada Intimacy (rasa ingin berada di dekatnya, kenal dia, bersama dia sesering mungkin, krn menimbulkan rasa bahagia). Tapi tdk intens dlm gairah dan komitmen

2. Cinta gila (Infatuated love) sering dirasakan sebagai “cinta pada pandangan pertama.” ~> Phisycal Attraction. Tapi tanpa aspek keintiman dan komitmen pada cinta, cinta gila mungkin akan menghilang tiba-tiba. Syarat adanya cinta gila adalah munculnya Gairah (passion)

3. Cinta kosong (Empty love). ~~> . Kadang-kadang, cinta muncul tanpa ada perasaan keintiman dan gairah dan itu disebut dengan cinta kosong. Tipe cinta ini hanya ada perasaan untuk berkomitmen tanpa ada keintiman dan gairah diatara mereka. Biasanya ini muncul ketika ada budaya perjodohan dan sering diawali dengan tipe cinta kosong/ menikah krn dipaksa. Ketika hubungan sudah hambar, dan cuma ngandalin komitmen.
4. Cinta romantis (romantic love). Mereka yang memiliki cinta romantis akan terikat secara emosional (seperti pada nomer 1) dan adanya gairah satu sama lain. Syarat adanya cinta romantis adalah munculnya intimacy dan passion (gairah). Blm muncul komitmen (ketika jatuhncinta)
5. Pasangan cinta (Companionate love) sering ditemukan dalam pernikahan, di mana gairah sudah tidak nampak lagi, tetapi kasih sayang yang mendalam dan komitmen masih tetap ada. Companionate love umumnya merupakan hubungan antara Anda dengan seseorang yang hidup bersama, tetapi tanpa hasrat seksual atau fisik. Ini lebih kuat dari persahabatan karena dalam hubungan ini ada unsur komitmen. Salah satu contoh cinta yang ada dalam sebuah keluarga adalah bentuk companionate love, juga mereka yang menghabiskan banyak waktu bersama namun tidak ada hubungan seksual dan gairah disana. ~> No Passion, but still heve commitment and intimacy (pasangan mesra kakek nenek)
6. Cinta bodoh (Fatuous love) dapat dicontohkan saat hubungan dalam kerenggangan,
di mana cinta masih ada komitmen dan gairah, tanpa ada pengaruh keintiman seperti keterikatan, kehangatan, dan kedekatan.
7. Cinta yang sempurna (Consummate love) adalah bentuk lengkap dari sebuah cinta. Ini adalah tipe yang ideal dan banyak orang ingin mencapainya. 
Sternberg mengingatkan, mempertahankan cinta yang sempurna mungkin lebih sulit daripada mencapainya. 
Cinta yang sempurna mungkin tidak permanen. Misalnya, jika gairah hilang dari waktu ke waktu, mungkin berubah menjadi cinta companionate.
Keseimbangan antara tiga aspek Sternberg yaitu intimacy, passion dan commitment dalam cinta cenderung bergeser dan dinamis. Pengetahuan tentang aspek cinta dapat membantu pasangan menghindari masalah dalam hubungan mereka. 
Maka dari itu Cinta Sempurna harus diusahakan, dipupuk terus menerus. Dipelihara agar jangan sampai layu, bahkan mati.
Cinta Sejati
Definisi : Menurut Abraham Maslow, salah seorang tokoh psikologi terkemuka, cinta sejati itu ada. Cinta sejati adalah ketika kita mencintai diri orang lain apa adanya, tidak adanya kebutuhan terhadap cinta, dan tidak mencintai diri sendiri. ~~> Unconditional Love.  = Tulus
Cirinya: Tidak perlu susah payah dalam memelihara Cinta Sempurna (spt yg dijelaskan di atas).  Mudah utk memeliharanya, krn satu sama lain memiliki kebutuhan untuk itu. Saling butuh satu sama lain lebih tinggi dari saling cinta satu sama lain. Butuh disini dlm pengertian Psikologis, Mentally, psikis. Krn kita tau dengan adanya dia membuat kita menjadi manusia/org yg lebih baik (in the rasional way). 
Butuh untuk bahagia bersamanya ~~~> lihat Ciri2 Cinta Sejati
Dan cinta sejati itu gak semua org bisa nemuinnya dlm hidup di dumia (utk cinta romantic), Hanya org2 yang senang dlm menyempurnakan dirinya saja yg bakal bs nemuin cinta sejati-nya. Artinya hanya org2 yg punya motto "Selalu belajar dan berusaha untuk menjadi pribadi yg lebih baik (scr personality, mentally, psikologis), dan yg gak egois" yg bakal menemukannya. ~~~> untuk cinta romantic 
Tapi, pada dasarnya semua manusia memiliki cinta sejati itu:
1. Cinta ibu pada anaknya
2. Cinta Tuhan ~~> ini yg tertinggin yg harus disadari supaya kita bisa dapetin cinta sejati yg romantic
Dan Cinta itu bs dikatakan Sejati (untuk cinta romantic), diujinya bukan di luar hubungan pernikahan ~~> ketika satu rumah, tinggal bersama, jangka panjang hidup bersama ~~~> bagaimana memelihara 3 aspek dlm cinta agar sll terjaga kesempurnaannya, energinya. Hanya bisa diuji dlm ikatan pernikahan (kehidupan rumah tangga) bukan hubungan yg lain. 
Bukankah hal yg tidak baik utk menguji Gairah/passion di luar hubungan yg sah/resmi/pernikahan?
Cinta sejati Romantic: cinta sejati itu adl ketika kita cinta sso kita menjadi lebih dekat dg kebaikan2 dlm hidup -- dekat dg Tuhan (be a better person everyday, forever) ~~> gairah pun akan sll ada, dan tdk masalah ketika tdk dipenuhi/dicukupi krn tiap hari kita dikejutkan dg hal2 baikmdarinya utk kita

Definisi Selingkuh

selingkuh /se·ling·kuh/a 1 suka menyembunyikan sesuatu untuk kepentingan sendiri; tidak berterus terang; tidak jujur; curang; serong; 2 suka menggelapkan uang; korup; 3 suka menyeleweng;
khianat /khi·a·nat/n perbuatan tidak setia; tipu daya; perbuatan yg bertentangan dengan janji: jangan sekali-kali berbuat –;

Bentuk Perselingkuhan

Ketidaksetiaan (infidelity) terhadap pasangan resmi yang halal, ada dua macam:
  1. Physical Infidelity/Physical Affair: Ketidaksetiaan yang melibatkan kontak dan kedekatan secara fisik (menjamah, memegang, meraba, berciuman), bahkan hingga menghantarkan pelakunya ke jenjang hubungan biologis (berzina/adultery).
  2. Emotional Infidelity/Emotional Affair: Ketidaksetiaan yang hanya melibatkan keintiman secara emosional.
Contohnya :
  1. Mengungkapkan kata-kata mesra/sayang/cinta kepada lawan jenis yang bukan pasangan halal,
  2. Sexting (mengirimkan pesan yang berisi pembicaraan tidak senonoh yang menjurus kepada hubungan biologis, atau mengirimkan gambar vulgar yang bermuatan sexual) lewat media apapun bentuknya
  3. Komunikasi intensif yang melibatkan perasaan. Seperti berbagi perasaan dengan lawan jenis tentang ketakutan; harapan; mimpi. Hanya untuk sekadar berbagi dan itu dilandasi karena perasaan dekat dengan si dia (Jadi jika curhatnya itu bertujuan untuk meminta solusi kepada ustadz dan dilakukan seperlunya, maka itu tidak dikatakan selingkuh emosional insya Allah).
  4. Termasuk bentuk pengkhianatan gaya ini adalah menyalurkan emosional berupa perhatian khusus, kasih sayang, cinta, dalam bingkai romantisme pada lawan jenis yang bukan menjadi pasangan resminya. Emotional infidelity/emotional affair ini dapat memicu potensi perselingkuhan fisik.[4] 
Banyak orang mengira bahwa emotional affair/ketidaksetiaaan emosional bukanlah termasuk jenis pengkhianatan, karena tidak melibatkan aspek fisik. Akibatnya, para pelakunya nampak asyik-asyik saja, bahkan tanpa rasa bersalah kepada pasangannya yang sah ketika melakukannya. Mereka berpikir, “Toh kami tidak melakukan kontak fisik… kami tidak melakukan hubungan suami istri… kami hanya sebatas teman saja”, atau “Kami hanya rekan kerja saja, tidak lebih dari itu”. 
Akan tetapi, ketahuilah bahwa berdua-duaan di dunia maya baik lewat FB; BBM; Twitter; WA, atau media apapun bentuknya dalam rangka menyalurkan perasaan sayang/cinta/kemesraan/perhatian khusus ala “TTM” (Teman Tapi Mesra), mengirimkan hadiah, atau perlakuan romantisme lainnya bukan kepada pasangan halal, curhat tentang zona pribadi kepada lawan jenis yang tidak halal dengan dilandasi adanya perasaan khusus… maka ini juga termasuk tindak perselingkuhan meskipun levelnya belum setinggi selingkuh fisik. Jika benar itu memang teman biasa, kenapa bisa sampai sebegitunya?


Hukum Selingkuh

Melakukan perselingkuhan sama artinya dengan melakukan pengkhianatan. Kendati perselingkuhan yang dilakukan hanya sebatas ketidaksetiaan emosional, berhati-hatilah terhadap salah satu bentuk zina karena dengan perbuatan tersebut pelakunya bisa juga melakukan zina hati. Padahal, mendekati zina saja sudah tidak boleh, apalagi melakukannya. Terlebih lagi jika perselingkuhannya menghantarkan kepada sebenar-benarnya zina (zina kemaluan).
Allah Jalla wa ‘Ala berfirman,
وَلَا تَقْرَبُوا الزِّنَا إِنَّهُ كَانَ فَاحِشَةً وَسَاءَ سَبِيلًا
“Dan janganlah kalian mendekati zina. Sesungguhnya zina itu adalah suatu perbuatan yang keji dan suatu jalan yang buruk.” (QS. Al-Isra’: 32).
Dari Abu Hurairah radhiyallahu ‘anhu, Nabi shallallahu ‘alaihi wa sallam bersabda,
إِنَّ اللَّهَ كَتَبَ عَلَى ابْنِ آدَمَ حَظَّهُ مِنَ الزِّنَا، أَدْرَكَ ذَلِكَ لاَ مَحَالَةَ، فَزِنَا العَيْنِ النَّظَرُ، وَزِنَا اللِّسَانِ المَنْطِقُ، والقلب تَمَنَّى وَتَشْتَهِي، وَالفَرْجُ يُصَدِّقُ ذَلِكَ كُلَّهُ وَيُكَذِّبُهُ
“Sesungguhnya Allah menetapkan bagian zina untuk setiap manusia. Dia akan mendapatkannya dan tidak bisa dihindari. Zina mata dengan melihat, zina lisan dengan ucapan, zina hati dengan membayangkan dan gejolak syahwat, sedangkan kemaluanlah yang membenarkan semua itu atau mendustakannya.” (HR. Al-Bukhari dan Muslim).
Rasulullah shallallahu ‘alaihi wa sallam bercerita tentang mimpinya, menyebutkan beberapa hukuman yang Allah berikan kepada manusia karena pelanggaran mereka yang beraneka ragam, diantaranya,
فانطلقنا فأتينا على مثل التنور – قال فأحسب أنه كان يقول – فإذا فيه لغط وأصوات – قال – فاطلعنا فيه ، فإذا فيه رجال ونساء عراة ، وإذا هم يأتيهم لهب من أسفل منهم ، فإذا أتاهم ذلك اللهب ضوضوا – قال – قلت لهما ما هؤلاء قال قالا لى انطلق انطلق …
و” أما الرجال والنساء العراة الذين في مثل بناء التنور فإنهم الزناة والزوان
“Kemudian kami berlalu, lalu sampai pada sebuah bangunan seperti tungku pembakaran.” Perawi hadits berkata, “Sepertinya beliau juga bersabda, ‘Tiba-tiba aku mendengar suara gaduh dan teriakan.’” Beliau melanjutkan, “Kemudian aku menengoknya, lalu aku dapati di dalamnya laki-laki dan perempuan yang telanjang. Tiba-tiba mereka didatangi nyala api dari bawah mereka, mereka pun berteriak-teriak.” Nabi shallallahu ‘alaihi wa sallam bersabda, “Aku bertanya (pada Jibril dan Mika’il), ‘Siapa mereka?’ Keduanya menjawab, ‘Adapun laki-laki dan perempuan yang berada di tempat seperti tungku pembakaran, mereka adalah para pezina.’ (HR.Al-Bukhari no.7047).
Dari Abu Sa’id radhiyallahu ‘anhu, Rasulullah shallallahu ‘alaihi wa sallam bersabda,
لِكُلِّ غَادِرٍ لِوَاءٌ يَوْمَ الْقِيَامَةِ يُرْفَعُ لَهُ بِقَدْرِ غَدْرِهِ أَلاَ وَلاَ غَادِرَ أَعْظَمُ غَدْرًا مِنْ أَمِيرِ عَامَّةٍ
“Di Hari Kiamat kelak setiap pengkhianat akan membawa bendera yang dikibarkannya tinggi-tinggi sesuai dengan pengkhianatannya. Ketahuilah, tak ada pengkhianatan yang lebih besar daripada pengkhianatan seorang penguasa terhadap rakyatnya.” (HR. Muslim).

Pemicu Perselingkuhan

Banyak sekali faktor yang memicu aksi ini tercipta, entah karena faktor internal, eksternal, atau sosial. Beberapa faktor yang banyak menjadi biang keladi tercipta dan tersebarnya perselingkuhan adalah:
1. Minimnya pemahaman beragama dan muraaqabatullaah (merasa diawasi oleh Allah).
Seseorang yang memiliki ilmu agama dan mengamalkan ilmunya, orang yang bertakwa, lagi sadar dan waspada, tentunya mengetahui bahwa ada malaikat pencatat amal yang senantiasa menuliskan segala tindakan yang dia perbuat dalam catatan mereka, dan ada Allah yang senantiasa terjaga, tidak pernah tidur, dan tidak pernah lalai dalam mengawasi segala gerak-geriknya dari atas ‘Arsy sana.
Dia sadar, bahwa segala perbuatannya itu akan dipertanggungjawabkan di hadapan Allah dan seluruh makhluk ketika hari pembalasan tiba. Oleh karena itu dia berusaha menjaga tindak-tanduknya agar berada dalam lini koridor syariat karena dia memahami bahwa dari atas ‘Arsy-Nya, Allah dapat melihat segala hal yang nampak dan tersembunyi dari makhluk ciptaan-Nya, dan dia juga mengerti bahwa ada balasan atas apa yang telah dikerjakannya di dunia, berupa surga dan neraka.
Allah Subhanahu wa Ta’ala berfirman,
لَا يُسْأَلُ عَمَّا يَفْعَلُ وَهُمْ يُسْأَلُونَ
“Dia (Allah) tidak ditanya tentang apa yang dikerjakan, tetapi merekalah yang akan ditanya.” (QS. Al-Anbiya’: 23).
Allah Ta’ala berfirman,
إِنَّ السَّمْعَ وَالْبَصَرَ وَالْفُؤَادَ كُلُّ أُولَئِكَ كَانَ عَنْهُ مَسْؤُولاً
“Sesungguhnya pendengaran, penglihatan dan hati, semuanya itu akan diminta pertanggungan jawabnya” (QS. Al-Isra’: 36).
Bandingkan keadaan di atas dengan orang yang minim pemahaman agama. Yang terjadi adalah: dia akan merasa enak-enak saja memandang, mendengar, mencium, menjamah sesuatu yang tidak halal baginya. Dia dengan tanpa rasa berdosa, berbuat maksiat dan zina dengan berbagai variannya. Melakukan kedurhakaan pada Allah tanpa mengingat mati, siksa kubur, hari pembalasan, dan adanya balasan Allah berupa surga-neraka. Dia merasa santai-santai saja berkubang dalam maksiat dan dosa. Aduhai… kita lihat bukan, betapa jauh perbedaan di antara keduanya.
2. Minimnya komitmen berumah tangga dan kedewasaan berpikir dalam mempertahankan pernikahan.
Kurang matangnya pola pikir seseorang mengenai konsep rumah tangga, juga mengambil peran yang besar dalam memicu perselingkuhan. Ia tidak mau terlalu dibebani dan terikat dengan tanggung jawab serta konsekuensi dalam komitmen berumah tangga. Dalam pikirannya, pernikahan tidak lain hanya sebatas ajang penyaluran nafsu biologis tanpa diiringi adanya hak dan kewajiban yang harus ditunaikan dalam rumah tangga. Walhasil, dia hanya mau “enak-enakan” saja dan “bermain-main” sebagaimana kondisinya ketika berada dalam masa lajangnya.
3. Pergaulan bebas antara laki-laki dan wanita.
Adanya ikhtilath (campur baur antara lelaki dan wanita) di manapun terlebih di kantor, semakin membuka ruang gerak perselingkuhan. Betapa banyak percikan perselingkuhan tercipta dari obrolan ringan antara rekan sejawat, dilanjutkan saling curhat tentang masalah rumah tangga, lalu timbul perasaan iba/kasihan/simpatik, hingga tumbuh benih-benih cinta berdasarkan nafsu di dalam jiwa. Belum lagi dibarengi pergi atau makan bersama, tugas ke luar kantor bersama, lalu klimaksnya adalah bergumul di ranjang bersama. Wal’iyadzubillah.
Tidak beda halnya dengan pelaku perselingkuhan di dunia maya, yang biasanya memulai perselingkuhannya dengan saling sapa, lempar canda di komentar, atau saling like status, berlanjut mojok asyik masyuk di inbox Facebook; BBM; Whatsapp atau media lainnya.
4. Kurang tercapainya kepuasan dalam perkawinan (marital disatisfaction).
Setiap insan, tentu memiliki keinginan yang dia harapkan dari pasangan. Entah keinginan tersebut berhubungan dengan kondisi fisik pasangan (kepuasan lahir), atau keinginan terpenuhinya kebutuhan yang berkaitan dengan perasaan (kepuasan batin). Apabila kebutuhan tersebut tidak bisa tercapai dalam suatu perkawinan, maka kondisi ini akan memicu kurangnya kepuasan dalam perkawinan.
Ketika tidak ada komunikasi efektif dan media saling memahami yang terjalin di antara pasutri, perasaan kurang puas yang dibiarkan berlarut-larut ini tentu akan menimbulkan kekecewaan dalam diri pasangan yang merasa dirugikan. Saat itulah pasangan yang merasa dikecewakan dan kurang mendapatkan kepuasan -serta kurang beriman dan bertakwa- ini akan mencarinya di luar kehidupan pernikahan, yang terbingkai dalam kerangka perselingkuhan.
Pasutri yang mengenyam kebahagiaan dan meraih kepuasan dalam pernikahan pun ada yang berselingkuh, apalagi yang memang kurang mendapat kepuasan dalam perkawinan. Sebenarnya ada banyak penyebab perselingkuhan akibat adanya rasa kurangnya kepuasan dalam suatu perkawinan. Beberapa hal yang bisa memicu kurangnya kepuasan dalam rumah tangga adalah: fisik pasangan kurang menarik seperti sedia kala sehingga cinta pun berkurang, kurang terpenuhinya kepuasan biologis, kurang perhatian dan pengertian dari pasangan, kurang kasih sayang dari pasangan, kurang mendapat penghargaan dari pasangan, akhlak pasangan yang kurang baik, ketidakcocokan dalam visi; misi; prinsip hidup (Insya Allah untuk poin ini akan dijadikan bahasan tersendiri).
5. Kepribadian narsistik (Narcissistic Personal Disorder/NPD).
Penderita NPD sebenarnya justru memiliki rasa penghargaan diri yang rendah, sehingga dia mencari pengakuan, pujian dan penghargaan dari orang lain. Ini dapat menjadi pemicu perselingkuhan karena dia ingin sebanyak mungkin diakui, dipuji, dan diangkat harga dirinya oleh orang lain. [5]
6. Tidak menundukkan pandangan.
Dari mana datangnya lintah… dari sawah turun ke kali. Dari mana datangnya cinta… dari mata turun ke hati. Mata ibarat duta, sedangkan hati sebagai rajanya. Betapa banyak cinta itu bermula, hanya karena pandangan mata yang sungguh menggoda. Hingga lambat laun bergerak, menjalar, dan mengakar di dalam dada.
7. Ada “dayyuts” di rumah Anda.
Dayyuts: pria yang tidak memiliki rasa cemburu, terlebih cemburu yang syar’i (cemburu jika keluarganya melakukan perbuatan kemungkaran).
8. Bertebaran wanita yang bertabarruj.
Memperlihatkan aurat yang seharusnya ditutup dan perhiasan yang seharusnya tidak boleh tampak. Termasuk di dalamnya mengenakan parfum yang baunya tajam hingga bisa tercium kemana-mana, terlebih dengan gayanya yang seronok.
9. Bosan.
Perkawinan yang telah berlangsung lama, disertai dengan kesibukan dan aktivitas yang relatif bersifat monoton begitu saja sehari-harinya, dapat menimbulkan kebosanan bagi jiwa dan cinta. Ibarat “Bertemu muka itu lagi…itu lagi. Kamu terus…kamu terus… bosan saya jadinya.“ . Kebosanan ini akan memicu seseorang untuk mencari pergantian suasana lain yang tidak terdapat dalam kehidupan perkawinan dengan pasangan sahnya. Maka dari itu, sangat penting untuk melakukan reformasi cinta dengan memperbaharui perkawinan Anda dan melakukan penyegaran cinta dalam hidup berumah tangga.
10. Pelarian dari tekanan masalah dalam rumah tangga.
Pertengkaran, himpitan beban kehidupan, konflik rumah tangga, tuntutan pekerjaan, dan seabrek stressor (penyebab stres) kerapkali membuat seseorang mencari pelarian sekejap dari masalahnya. Alih-alih mendinginkan pikiran, merenung, dan mencari jalan keluar, orang-orang seperti ini malah mencari kesenangan semu di balik topeng sandiwara perselingkuhan. Pilihan bertindak semacam ini adalah dampak sampingan dari tipe pribadi yang kurang komitmen terhadap syariat, kurang matang, dan kurang memiliki komitmen tinggi dalam menjalin hubungan rumah tangga.
Kalaulah dia merupakan pribadi shalih yang matang dan berkomitmen tinggi dalam rumah tangga, dia akan berusaha menyelesaikan dan mencari pemecahan atas masalah yang dihadapinya. Dia akan mencoba mencari akar persoalan, mengurai satu persatu simpul benang permasalahan hingga lama kelamaan benang itu kembali terurai dengan baik dan sempurna sesuai dengan syariat. Bukan malah mencari jalan pintas yang praktis, untuk sekadar rehat sejenak dari pusaran masalah rumah tangga.
Selingkuh bukanlah solusi dalam menangani masalah dan stress yang Anda derita. Bahkan dengan selingkuh tersebut, seperti halnya Anda ingin keluar dari cengkraman mulut buaya, namun Anda justru masuk ke dalam kandang singa.
11. Iseng dan ingin mencoba sesuatu yang baru/tantangan baru di luar pernikahan.
12. Trauma dan luka hati masa lalu yang menyebabkan seseorang mengalami masalah dalam kedekatan hubungan dengan pasangan (intimacy disorder).

Solusi

  1. Ikhlas melakukan segala sesuatu hanya untuk mencari ridha Allah. Dengan adanya niat ikhlas ini, seorang hamba akan berusaha sebaik mungkin menjalankan syariat demi mencapai ridha Illahi.
  2. Menikahlah dengan seseorang yang bertakwa, bagus pemahaman agamanya dan gigih dalam mengamalkan apa yang sudah diketahuinya. Jadi bukan hanya sosok yang dikatakan berilmu saja, tapi kurang dalam segi pengamalannya. Dia memiliki akidah dan pemahaman agama yang lurus, akhlak yang baik, menjaga ‘iffah-nya dengan tidak bemudah-mudahan berhubungan dengan lawan jenis, dengan media apapun bentuknya. Sosok yang demikian niscaya bisa mengurangi resiko terjadinya perselingkuhan di rumah tangga insya Allah.
  3. Tuntutlah ilmu syariat dan beramallah dengannya. Ilmu tanpa amal, itu sama saja tidak ada artinya, karena buah dari ilmu adalah amal. Perteballah ketakwaan dan muraaqabatullaah(perasaan senantiasa diawasi oleh Allah)
  4. Bergaulah dengan teman-teman yang shalih.
  5. Camkan satu aturan paten: Jangan sekali-kali (garis bawahi dan cetak tebal) membuka kesempatan curhat lawan jenis dalam sesi privat. Kalau mau curhat, maka lakukanlah sesama jenis saja. Kalaupun kepepet harus meminta kepada lawan jenis, dalam hal ini sering terjadi pada ustadz, maka cukupkanlah pembicaraan seperlunya saja. Tidak usah bertele-tele membicarakan hal yang sama sekali tidak mendesak dan tidak perlu. Begitu pula, jangan berdua-duaan/mojok dengan lawan jenis di tempat yang sepi dan tersembunyi baik dalam dunia maya atau nyata.Rasulullah shallallahu ‘alaihi wa sallam bersabda,لا يخلون أحدكم بامرأة فإن الشيطان ثالثهما
    “Janganlah salah seorang dari kalian berkhalwat (berdua-duaan dan tersembunyi dari pandangan khalayak –pen) dengan seorang wanita karena sesungguhnya syaitan menjadi orang ketiga diantara mereka berdua.” (HR. Ahmad 1/119, An-Nasa’i).
  6. Hindari ikhtilath (campur baur antara lelaki dan perempuan).
  7. Tundukkan pandangan. Allah ‘Azza wa Jalla berfirman,قُلْ لِلْمُؤْمِنِينَ يَغُضُّوا مِنْ أَبْصَارِهِمْ وَيَحْفَظُوا فُرُوجَهُمْ ذَلِكَ أَزْكَى لَهُمْ إِنَّ اللَّهَ خَبِيرٌ بِمَا يَصْنَعُونَ * وَقُلْ لِلْمُؤْمِنَاتِ يَغْضُضْنَ مِنْ أَبْصَارِهِنَّ وَيَحْفَظْنَ فُرُوجَهُنَّ
    “Katakanlah kepada orang laki-laki yang beriman, ‘Hendaklah mereka menahan pandangannya, dan memelihara kemaluannya; yang demikian itu adalah lebih suci bagi mereka, sesungguhnya Allah Maha Mengetahui apa yang mereka perbuat.’ Katakanlah kepada wanita yang beriman, ‘Hendaklah mereka menahan pandangannya, dan memelihara kemaluannya‘” (QS. An-Nur: 30-31).
    Dengan menundukkan pandangan, maka kita hanya mencukupkan diri pada pasangan halal kita, dan menganggap bahwa dia yang paling baik, cantik/tampan.
  8. Rajin membaca dzikir pagi petang, dan dzikir yang terkait dengan waktu/tempat/kondisi yang telah dicontohkan oleh Rasulullah shallallahu ‘alaihi wa sallam.
  9. Perbaiki shalat Anda. Jika Anda shalat dengan sempurna dan khusyuk, niscaya atas sebab shalat tersebut dapat mencegah Anda dari perbuatan keji dan munkar.
  10. Menjalin komunikasi efektif yang dilandasi niat ikhlas karena Allah, disertai dengan kedewasaan berpikir, kemauan untuk memahami pasangan termasuk perbedaan karakteristik mendasar antara pria dan wanita, dan kebijaksanaan masing-masing pasangan dalam mengambil tindakan ataupun keputusan di kehidupan rumah tangga.
  11. Bersikap terbuka dan jujur kepada pasangan.
  12. Perbaharui nikah Anda dengan romantisme pasutri yang telah Nabi shallallahu ‘alaihi wa sallamterapkan beserta ummahatul mu’minin radhiyallahu ‘anhunna.
  13. Bagi wanita: tutuplah aurat dengan sempurna dan jangan bertabarruj di hadapan lelaki bukan mahram. Berkatalah tegas dan lugas di hadapan lawan jenis, dan bukan dengan nada manja, dibuat-buat, yang diiringi dengan canda tawa.
  14. Ingat bahwa الْجَزَاءُ مِنْ جِنْسِ الْعَمَلِ (balasan yang didapatkan oleh seseorang itu tergantung amal perbuatannya).
Bagi pihak yang diselingkuhi: pengkhianatan atau lunturnya cinta pasangan Anda terhadap Anda, bisa jadi akibat perbuatan dosa yang Anda lakukan. Maka introspeksi dirilah…
Bagi pihak yang berselingkuh: ketika Anda berselingkuh, bisa jadi pada akhirnya Anda lebih mengedepankan selingkuhan Anda daripada pasangan Anda. Tatkala perasaan Anda sudah sedemikian dalam dan kuatnya, bisa jadi selingkuhan Anda itu malah menyelingkuhi Anda sembari menyalahgunakan kepercayaan, cinta, bahkan materi yang Anda berikan baginya. Inilah bentuk hukuman Allah bagi Anda semasa di dunia, karena perbuatan yang Anda lakukan terhadap pasangan halal Anda.
Bagaimana jika hubungan gelap itu sudah terjadi?
  1. Apabila pasangan Anda sudah benar-benar bertaubat dengan taubat nashuha (taubat yang sebenar-benarnya), bukan hanya “taubat sambal”, untuk berjanji kembali ke jalan yang benar dan tidak akan pernah mengulanginya, maka tidak mengapa jika Anda memaafkannya dan tetap mempertahankan rumah tangga yang telah Anda bina. Pun juga tidak apa jika Anda menceraikannya meski dia telah bertaubat. Pertimbangannya adalah manakah yang lebih bermashlahat bagi Anda, menceraikan atau mempertahankannya.
  2. Jika pasangan yang selingkuh adalah seorang suami, yang belum cukup tertundukkan hasratnya dengan satu orang istri saja, kemudian dia seorang lelaki yang memiliki kemampuan untuk berpoligami dan bertindak adil, maka poligami merupakan suatu jalan keluar yang bisa diambil.
  3. Ketika pasangan Anda ternyata masih terjatuh pada beberapa kesalahan yang sama, dia belum bertaubat: Ceraikanlah dia, kemudian bersabarlah, bersikaplah ridha atas segala yang Allah tetapkan bagi diri Anda, dan carilah pasangan yang baik agama dan akhlaknya. Mudah-mudahan Allah menggantikan pasangan yang jauh lebih baik dari pasangan Anda sebelumnya.